Catatan Kritis Terhadap Hasil Pembahasan PANJA RUU Perlindungan Saksi

 

Tulisan ini  akan mencoba memberikan catatan terhadap  berbagai kelemahan dalam RUU PSK versi DPR yang saat ini sudah dibahas oleh PANJA KOMISI III DPR. Tujuannya adalah untuk memberikan  masukan atau usulan  yang penting untuk perbaikan RUU Perlindungan Saksi selama masih dimungkinkan oleh PANJA  Komisi III DPR. Eksplorasi yang di pilih untuk catatan ini  tidaklah mencakup seluruh aspek dari RUU, namun hanya terbatas pada beberapa hal penting dan prioritas seperti: Masalah defenisi saksi dan orang yang bisa dilindungi dan jangka waktu perlindungan. Dalam hasil PANJA  berada dalam Pasal 1, Pasal 2 dan Pasal 5. Masalah yang  berkaitan Lembaga Perlindungan dan tatacara  atau prosedur pemberian perlindungan. Dalam hasil PANJA berada dalam Pasal  18, Pasal 24 dll.

(Download Sekarang)

0 Responses to “Catatan Kritis Terhadap Hasil Pembahasan PANJA RUU Perlindungan Saksi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




May 2008
M T W T F S S
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengunjung

  • 30,009 hits

Tulisan Teratas

Perkenalan Awal

Situs ini di buat oleh para peggiat advokasi terhadap perlindungan saksi di Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Perlindungan Saksi dan Korban, yang saat ini juga sedang mempropagandakan pentingnya perlindungan para pengungkap fakta (whistleblower). Tujuan dibuatnya situs ini adalah dalam rangka melakukan desiminasi informasi yang terkait dengan isu perlindungan saksi dan korban di Indonesia. Di samping untuk mengumpulkan berbagai dokumen yang selama ini sulit di peroleh oleh publik dan kemudian mengkonsolidasikannya dalam sebuah media yang diharapkan dapat diakses secara mudah oleh masyarakat.

%d bloggers like this: