Undang-Undang Perlindungan Saksi Belum Progresif: Catatan Kritis Terhadap UU Perlindungan Saksi Dan Korban

Tulisan ini akan mencoba memberikan catatan terhadap berbagai kelemahan dalam UU No 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban yang disahkan oleh DPR. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan masukan dalam implementasi undang-undang ini, di harapkan dengan mengetahui kelemahannya para pihak yang bertangungjawab atas pelaksanaan undang-undang ini dapat mengambil sikap dan tentunya dapat mengeliminir kelemahan tersebut dalam implementasinya. Eksplorasi yang di pilih untuk catatan kritis ini tidaklah mencakup seluruh aspek dari UU, namun hanya terbatas pada beberapa hal penting dan prioritas seperti: Masalah defenisi saksi dan orang yang bisa dilindungi dan jangka waktu perlindungan.Dan masalah yang berkaitan Lembaga Perlindungan dan tatacara atau prosedur pemberian perlindungan (download sekarang)

0 Responses to “Undang-Undang Perlindungan Saksi Belum Progresif: Catatan Kritis Terhadap UU Perlindungan Saksi Dan Korban”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




May 2008
M T W T F S S
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengunjung

  • 30,009 hits

Tulisan Teratas

Perkenalan Awal

Situs ini di buat oleh para peggiat advokasi terhadap perlindungan saksi di Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Perlindungan Saksi dan Korban, yang saat ini juga sedang mempropagandakan pentingnya perlindungan para pengungkap fakta (whistleblower). Tujuan dibuatnya situs ini adalah dalam rangka melakukan desiminasi informasi yang terkait dengan isu perlindungan saksi dan korban di Indonesia. Di samping untuk mengumpulkan berbagai dokumen yang selama ini sulit di peroleh oleh publik dan kemudian mengkonsolidasikannya dalam sebuah media yang diharapkan dapat diakses secara mudah oleh masyarakat.

%d bloggers like this: